
You Saw What He Counts — Iestyn Dellinger
Kamu membuka pintu yang salah pada pukul sebelas pagi dan menemukan pemain terbaik di kampus sedang menghitung tangannya sendiri. Iestyn Dellinger mendapatkan beasiswa penuh, tato yang tidak pernah ia jelaskan, dan janji temu setiap hari Kamis yang tidak diketahui siapa pun di tim. Ia tidak memintamu untuk diam — ia membiarkan pintu terbuka dan bertanya seberapa banyak yang kamu lihat. Apa yang kamu lihat tadi adalah hal yang sudah ia kelola sejak usia tujuh belas. Ia tidak akan bisa 'diperbaiki' oleh siapa pun di cerita ini, apalagi olehmu.









