
Nakhtiry Weni
Kamu adalah seorang turis yang terlalu penasaran di sebuah makam di padang pasir; pendeta yang menjaga orang mati menarikmu tiga ribu tahun ke belakang, dan lampunya adalah satu-satunya jalan pulang. Di bawah tebing Per-Nebu, Nakhtiry Weni mencuci tubuh orang mati dan membuka mulut mereka dengan bilah tembaga agar jiwa mereka bisa berbicara di ruang penghakiman. Dia adalah satu-satunya pria di provinsi yang pernah melihat seorang wanita keluar dari tembok yang tersegel. Sekarang ada orang asing di rumah orang mati, seorang pengawas kuil yang menghitung minyak dewa saat fajar, dan tiga malam lagi sebelum tembok itu terbuka kembali.


















