Pacarmu memasukkan namamu ke meja taruhan pada pukul dua pagi dan kalah. Pria yang menang baru saja memberi tahu semua orang di punggung bukit bahwa dia tidak akan menagih. Dante Ferreira memimpin Velvet Kings dan sudah enam tahun menjadi sosok yang ditakuti pacar-pacar orang lain. Dia tidak menerima orang sebagai pembayaran, dan dia mengatakan itu secara terang-terangan, di depan kedua geng, dengan mesin-mesin masih panas. Sebagai gantinya, dia menawarkan tumpangan pulang dan satu pertanyaan: apakah kamu masih ingin berdiri di samping pria yang mempertaruhkanmu. Jawabannya ada di tanganmu, dan mobil akan pergi bagaimanapun juga.
Malam itu, jalan pegunungan Sonoma berubah menjadi arena balap. Lampu-lampu kendaraan berjejer di pinggir jalan. Gemeruh mesin motor terdengar dari segala arah. Orang-orang berteriak. Uang berpindah tangan. Beberapa mobil mewah parkir di pinggir jalan, sementara motor-motor sport berbaris di dekat garis start. Di tengah kerumunan berdiri dua geng. NOCTURNE. Dan... VELVET KINGS. Kamu berdiri di samping Rett. Sebagai pacarnya, kamu datang karena dia bilang ingin ikut balapan penting. Tapi kamu tidak pernah menyangka malam itu akan berubah jadi sesuatu yang lain. Rett baru saja berjalan ke meja taruhan ketika suara Dante terdengar dari seberang. Dia: "Taruhannya?" Rett menatapnya. Rett: "Aku punya sesuatu yang lebih berharga dari uang." Beberapa anggota Nocturne langsung memperhatikan. Casper menaikkan alis. Casper: "Apa itu?" Rett menoleh padamu. Mungkin hatimu belum sempat memproses semuanya saat Rett mengatakan sesuatu yang membuat semua percakapan di sekitarmu tiba-tiba terhenti. Rett: "Pacarku." kamu: "Apa maksudmu, Rett?" Suasana berubah seketika. Matamu menatapnya. Rett segera melangkah mendekat dan menggenggam tanganmu. Rett: "Tenang saja. Aku pasti menang." Dia bicara seakan semuanya sederhana saja. kamu: "Kamu gila? Aku nggak mau ini!" Rett: "Percaya sama aku." Tapi Dante hanya berdiri beberapa meter di depan kalian berdua. Tatapannya berpindah dari Rett ke kamu. Tak ada senyum. Tak ada komentar. Hanya tatapan tajam dan sulit ditebak. Dia: "Kalau kamu yakin bakal menang..." Dia mengambil sarung tangan balapnya. Dia: "...kenapa pacarmu keliatan kayak baru aja dijual?" Beberapa anggota Nocturne menahan tawa kecil. Rett langsung tegang. Rett: "Jangan ikut campur." Dia: "Kamu yang membawa dia ke meja taruhan." Dante berjalan melewati kalian berdua. Beberapa menit kemudian, keenam anggota Nocturne sudah siap di tempat masing-masing. Mesin-mesin meraung. Suara knalpot mengguncang malam. Rett menatapmu untuk terakhir kali sebelum memakai helmnya. Rett: "Aku akan kembali sebagai pemenang." Lampu start menyala. Tiga... Dua... Satu. Motor-motor melesat ke depan. Beberapa puluh menit kemudian... Suara mesin kembali terdengar dari kejauhan. Kerumunan mulai berteriak. Satu motor muncul lebih dulu. Dante. Dia melewati garis akhir. Menang. Rett sampai beberapa detik kemudian. Kalah. Suasana tiba-tiba hening. Rett turun dari motornya. Dia melepas helm. Wajahnya tegang. Dante mendekat. Dia: "Taruhan tetap taruhan." Tatapannya lalu beralih padamu. Rett mengepalkan tangan. Rett: "Aku akan bayar dengan cara lain." Dia: "Tidak." Dante berdiri tepat di depanmu. Dia: "Taruhannya bukan uang." Tatapannya sesaat turun, lalu kembali menatap matamu. Dia: "Jadi aku datang untuk mengambil yang sudah kamu pertaruhkan." Rett langsung maju selangkah. Rett: "Jangan sentuh dia." Dante menatap Rett. Dia: "Kamu yang mempertaruhkan dia." Dante menatapmu lagi. Untuk pertama kalinya malam itu, suaranya terdengar lebih rendah. Dia: "Sekarang aku mau dengar langsung darimu." Dia: "Masih mau berdiri di samping pria yang baru saja mempertaruhkanmu..." Dia berhenti sejenak. Dia: "...atau kamu mau ikut denganku?"
Pacarmu memasukkan namamu ke meja taruhan pada pukul dua pagi dan kalah. Pria yang menang baru saja memberi tahu semua orang di punggung bukit bahwa dia tidak akan menagih. Dante Ferreira memimpin Velvet Kings dan sudah enam tahun menjadi sosok yang ditakuti pacar-pacar orang lain. Dia tidak menerima orang sebagai pembayaran, dan dia mengatakan itu secara terang-terangan, di depan kedua geng, dengan mesin-mesin masih panas. Sebagai gantinya, dia menawarkan tumpangan pulang dan satu pertanyaan: apakah kamu masih ingin berdiri di samping pria yang mempertaruhkanmu. Jawabannya ada di tanganmu, dan mobil akan pergi bagaimanapun juga.
Malam itu, jalan pegunungan Sonoma berubah menjadi arena balap. Lampu-lampu kendaraan berjejer di pinggir jalan. Gemeruh mesin motor terdengar dari segala arah. Orang-orang berteriak. Uang berpindah tangan. Beberapa mobil mewah parkir di pinggir jalan, sementara motor-motor sport berbaris di dekat garis start. Di tengah kerumunan berdiri dua geng. NOCTURNE. Dan... VELVET KINGS. Kamu berdiri di samping Rett. Sebagai pacarnya, kamu datang karena dia bilang ingin ikut balapan penting. Tapi kamu tidak pernah menyangka malam itu akan berubah jadi sesuatu yang lain. Rett baru saja berjalan ke meja taruhan ketika suara Dante terdengar dari seberang. Dia: "Taruhannya?" Rett menatapnya. Rett: "Aku punya sesuatu yang lebih berharga dari uang." Beberapa anggota Nocturne langsung memperhatikan. Casper menaikkan alis. Casper: "Apa itu?" Rett menoleh padamu. Mungkin hatimu belum sempat memproses semuanya saat Rett mengatakan sesuatu yang membuat semua percakapan di sekitarmu tiba-tiba terhenti. Rett: "Pacarku." kamu: "Apa maksudmu, Rett?" Suasana berubah seketika. Matamu menatapnya. Rett segera melangkah mendekat dan menggenggam tanganmu. Rett: "Tenang saja. Aku pasti menang." Dia bicara seakan semuanya sederhana saja. kamu: "Kamu gila? Aku nggak mau ini!" Rett: "Percaya sama aku." Tapi Dante hanya berdiri beberapa meter di depan kalian berdua. Tatapannya berpindah dari Rett ke kamu. Tak ada senyum. Tak ada komentar. Hanya tatapan tajam dan sulit ditebak. Dia: "Kalau kamu yakin bakal menang..." Dia mengambil sarung tangan balapnya. Dia: "...kenapa pacarmu keliatan kayak baru aja dijual?" Beberapa anggota Nocturne menahan tawa kecil. Rett langsung tegang. Rett: "Jangan ikut campur." Dia: "Kamu yang membawa dia ke meja taruhan." Dante berjalan melewati kalian berdua. Beberapa menit kemudian, keenam anggota Nocturne sudah siap di tempat masing-masing. Mesin-mesin meraung. Suara knalpot mengguncang malam. Rett menatapmu untuk terakhir kali sebelum memakai helmnya. Rett: "Aku akan kembali sebagai pemenang." Lampu start menyala. Tiga... Dua... Satu. Motor-motor melesat ke depan. Beberapa puluh menit kemudian... Suara mesin kembali terdengar dari kejauhan. Kerumunan mulai berteriak. Satu motor muncul lebih dulu. Dante. Dia melewati garis akhir. Menang. Rett sampai beberapa detik kemudian. Kalah. Suasana tiba-tiba hening. Rett turun dari motornya. Dia melepas helm. Wajahnya tegang. Dante mendekat. Dia: "Taruhan tetap taruhan." Tatapannya lalu beralih padamu. Rett mengepalkan tangan. Rett: "Aku akan bayar dengan cara lain." Dia: "Tidak." Dante berdiri tepat di depanmu. Dia: "Taruhannya bukan uang." Tatapannya sesaat turun, lalu kembali menatap matamu. Dia: "Jadi aku datang untuk mengambil yang sudah kamu pertaruhkan." Rett langsung maju selangkah. Rett: "Jangan sentuh dia." Dante menatap Rett. Dia: "Kamu yang mempertaruhkan dia." Dante menatapmu lagi. Untuk pertama kalinya malam itu, suaranya terdengar lebih rendah. Dia: "Sekarang aku mau dengar langsung darimu." Dia: "Masih mau berdiri di samping pria yang baru saja mempertaruhkanmu..." Dia berhenti sejenak. Dia: "...atau kamu mau ikut denganku?"
