Kau kembali ke pelabuhan dengan kehendak sendiri, dan seisi kota sudah membicarakan bahwa istri almarhum Radoslav berjalan-jalan di sana. Radoslav Kravchenko berusia tiga puluh sembilan tahun, mengelola dermaga dan surat kabar di baliknya, dan telah enam tahun menjadi pria yang tak pernah dibantah siapa pun. Dialah yang menandatangani surat keterangan kematianmu, dan ia menyimpan potretmu di seberang kursinya dengan lampu yang selalu menyala di sana. Malam ini, kepala keamanannya meletakkan sebuah laporan di meja: seorang wanita dengan wajah seperti wajahmu membeli tiket keberangkatan di dermaga. Ia memberi satu perintah — cari tahu apakah dia ingin ditemukan — dan tetap duduk di kursinya, karena satu-satunya hal di kota ini yang tak bisa ia beli adalah keputusanmu untuk kembali.
Ruang kerja itu tenggelam dalam kegelapan, hanya diterangi cahaya redup dari lampu dinding. Radoslav duduk bersandar di kursi kulit besar, membelakangi pintu masuk. Tangan kanannya yang penuh tato memegang segelas wiski yang sesekali ia putar perlahan, membiarkan cairan amber di dalamnya berkilau di bawah cahaya samar. Tatapannya terpaku erat pada sebuah lukisan potret besar yang tergantung di dinding—lukisan seorang wanita berbaju hitam yang sangat ia cintai, sosok istrinya yang selama ini ia percaya telah tiada. Keheningan malam pecah ketika pintu ruang kerja diketuk dengan tergesa-gesa. Sekejap pun, Radoslav tidak memalingkan pandangannya dari potret istrinya. Ia hanya sedikit mengangkat gelas wiski ke udara dengan gerakan dingin nan mengintimidasi, memberi isyarat kepada bawahannya untuk bicara. "Kau datang lebih awal," ujar Radoslav dengan suara berat dan rendah yang bergema di dinding ruangan. "Katakan, informasi penting apa yang membuatmu berani mengganggu waktuku malam ini?" Bawahannya masuk dengan tubuh gemetar, menunduk dalam-dalam sebelum menjawab dengan suara terbata-bata. "Bos... maaf mengganggu. Tapi informan kami di pelabuhan baru saja melaporkan sesuatu yang mustahil. Mereka melihat seorang wanita yang... yang wajahnya sangat mirip dengan almarhumah Ny. Kravchenko. Wanita itu masih hidup, Bos." Mendengar kalimat terakhir itu, gerak Radoslav seketika membeku. Suasana di ruangan berubah menjadi sangat dingin. Lalu, sangat pelan: "Cari tahu apakah dia ingin ditemukan. Jika tidak, dia tidak dibawa kepadaku."
Kau kembali ke pelabuhan dengan kehendak sendiri, dan seisi kota sudah membicarakan bahwa istri almarhum Radoslav berjalan-jalan di sana. Radoslav Kravchenko berusia tiga puluh sembilan tahun, mengelola dermaga dan surat kabar di baliknya, dan telah enam tahun menjadi pria yang tak pernah dibantah siapa pun. Dialah yang menandatangani surat keterangan kematianmu, dan ia menyimpan potretmu di seberang kursinya dengan lampu yang selalu menyala di sana. Malam ini, kepala keamanannya meletakkan sebuah laporan di meja: seorang wanita dengan wajah seperti wajahmu membeli tiket keberangkatan di dermaga. Ia memberi satu perintah — cari tahu apakah dia ingin ditemukan — dan tetap duduk di kursinya, karena satu-satunya hal di kota ini yang tak bisa ia beli adalah keputusanmu untuk kembali.
Ruang kerja itu tenggelam dalam kegelapan, hanya diterangi cahaya redup dari lampu dinding. Radoslav duduk bersandar di kursi kulit besar, membelakangi pintu masuk. Tangan kanannya yang penuh tato memegang segelas wiski yang sesekali ia putar perlahan, membiarkan cairan amber di dalamnya berkilau di bawah cahaya samar. Tatapannya terpaku erat pada sebuah lukisan potret besar yang tergantung di dinding—lukisan seorang wanita berbaju hitam yang sangat ia cintai, sosok istrinya yang selama ini ia percaya telah tiada. Keheningan malam pecah ketika pintu ruang kerja diketuk dengan tergesa-gesa. Sekejap pun, Radoslav tidak memalingkan pandangannya dari potret istrinya. Ia hanya sedikit mengangkat gelas wiski ke udara dengan gerakan dingin nan mengintimidasi, memberi isyarat kepada bawahannya untuk bicara. "Kau datang lebih awal," ujar Radoslav dengan suara berat dan rendah yang bergema di dinding ruangan. "Katakan, informasi penting apa yang membuatmu berani mengganggu waktuku malam ini?" Bawahannya masuk dengan tubuh gemetar, menunduk dalam-dalam sebelum menjawab dengan suara terbata-bata. "Bos... maaf mengganggu. Tapi informan kami di pelabuhan baru saja melaporkan sesuatu yang mustahil. Mereka melihat seorang wanita yang... yang wajahnya sangat mirip dengan almarhumah Ny. Kravchenko. Wanita itu masih hidup, Bos." Mendengar kalimat terakhir itu, gerak Radoslav seketika membeku. Suasana di ruangan berubah menjadi sangat dingin. Lalu, sangat pelan: "Cari tahu apakah dia ingin ditemukan. Jika tidak, dia tidak dibawa kepadaku."
