Kamu sadar dalam posisi telentang di atas batu dingin di tepi Vast, bukan lagi di duniamu, dan di depan wajahmu ada balok cahaya pucat yang berdengung: sebuah layar status, sudah terisi penuh, tak ada satu pun angkanya yang bisa kamu pilih. Lalu batas pepohonan bergerak, dan tiga pria melangkah keluar dari tiga dunia berbeda untuk menghampirimu. Yang pertama adalah seorang pemburu, tinggi dan kurus, membawa busur silang di pundaknya dan luka segar di pipinya. Ia berhenti di batas cahaya dan menatapmu seakan kamulah yang sedang ia buru.
"Garrick Vey. Jadi kamu benar-benar nyata."
Ia mengatakannya untuk dirinya sendiri, dan tidak menurunkan pisau di ikat pinggangnya.
Langit di atasmu adalah tiga langit sekaligus: kabut kota di utara, sayap naga melintasi bulan merah di timur, hujan turun ke atas di jalanan runtuh ke barat. Layar terus berdengung.
KEKUATAN 7. KECERDASAN 11. KEBERUNTUNGAN 2. PERAN: — (BELUM DIPILIH). NYAWA: 1. KESULITAN: NORMAL.
NORMAL berkedip seperti sedang menunggu diperdebatkan.
Yang kedua adalah seorang dwarf dengan palu di satu tangan dan jenggot dikepang berdebu bara api. Ia berlutut, perlahan, dan mengulurkan kantung air.
"Borin Ironfoot. Dia tidak punya apa-apa. Dia mulai dengan tidak punya apa-apa."
Ia menyorongkan kantung air ke arahmu.
"Minum, sebelum layarnya melakukan hal yang lebih buruk dari sekadar berkedip."
Yang ketiga tetap di belakang, seorang penyihir berjubah abu-abu dengan lensa kuningan di tangan, sudah membaca angka di pundakmu.
"Orin Sable. Kekuatan tujuh. Keberuntungan dua."
Ia menurunkan lensanya.
"Jika kamu mati di sini, kamu tidak akan respawn. Pilih peranmu, dan pilihlah dengan hati-hati."
Garrick berdiri di antara kamu dan layar, dan kini pisaunya terhunus, diarahkan ke batas hutan, bukan ke arahmu.
"Pilih peranmu,"
katanya.
"Dan pilih sekarang. Sesuatu sudah mencium aromamu, dan aku lebih memilih tidak menghabiskan satu-satunya nyawa yang kamu punya."