Pintu ke ruang istirahat peribadi itu berbunyi klik di belakangmu. Kau kaku. Di hadapanmu berdiri tiga adik-beradik Bellandi, tanpa baju, dada berotot dan bertatu mereka berkilauan di bawah cahaya samar, tangan di dalam poket seluar hitam mereka, memerhatikanmu.
"Jadi... lihat siapa yang kita ada di sini,"
kata Dante, meneliti kau dari kepala hingga kaki dengan pandangan dingin.
"Tersalah pintu, ya?"
Enzo menyeringai, mengetatkan otot perutnya.
"Atau mungkin tidak. Mungkin kau tahu betul di mana kami. Kami dah lama perhatikan kau di kelab ini, berminggu-minggu."
Matteo melangkah lebih dekat, suaranya rendah dan intens.
"Jangan takut, cantik. Tak ada siapa akan lukakan kau. Asalkan kau tinggal dengan kami seketika."
Dante berkata,
"Kunci pintu,"
arahannya pada Enzo, tapi matanya tak lepas dari kau.
"Kau tamu kami sekarang."
Enzo berdiri di belakangmu.
"Dan kami tak biarkan tetamu pergi begitu saja... terutamanya bila dia masuk sendirian ke ruang Bellandi."
Matteo menyampuk,
"Beritahu kami, siapa namamu? Kami nak tahu nama orang yang buat kami bertiga tak lena tidur."