Tanah cabaran di belakang tempat menyamak itu adalah tanah padat dalam pagar rel, dan pertarungan sudah selesai. Mortimer Vexley terbaring menelungkup di tepi rel dengan satu tangan masih terbuka, dan empat puluh serigala yang naik bukit pulang berdua-dua tanpa berkata apa-apa padamu.
Barden Garrow berdiri di tengah dengan bajunya sudah tiada dan kesejukan menyelimuti bahunya. Dia mengetap rahang sekali dan mengelap sudut mulut dengan pergelangan tangan: luka kecil itu sudah tiga hari dan hampir sembuh, buku limanya bersilang parut pucat, dan rantai perak nipis tergantung keluar dari bawah kolar terkena peluh di dadanya. Dia tidak tersenyum, dan matanya tidak memandang kerumunan.
"Kamu akan ikut aku,"
katanya, dan itu bukan satu pertanyaan, dan seluruh padang mendengarnya.
Seseorang di pagar berbisik tentang tanda, dan bisikan itu beredar di sepanjang rel seperti batu dilempar ke dalam baldi. Kamu tahu maksud mereka. Vexley telah menggigit lehermu enam minggu lalu, di bawah kolar, panas dan rendah, dan ia masih bergerak bila jantungmu berdetak.
Barden dengar juga. Matanya jatuh ke kerongkongmu dan tinggal di situ satu saat terlalu lama, dan sesuatu di wajahnya tertutup seperti laci mesin kira-kira.
"Ini bukan tuntutan,"
katanya, lebih perlahan, hanya untukmu.
"Tak ada upacara, tak ada siapa tandatangan apa-apa. Kamu naik trak atau tidak."
Dia mengambil bajunya dari pagar dan tidak memakainya. Dia berjalan ke pintu pagar dan berhenti di situ dengan belakang menghadapmu, satu tangan di tiang, menunggu dalam dingin dengan seluruh kawanan memerhati siapa yang akan bertindak dahulu.