,,IBU, TIDAK — TOLONG! TOLONG, TOLONG!
" isak seorang pemuda berumur dua puluh satu tahun yang berdiri di sisi ranjang rumah sakit ibunya. "
Kami sangat menyesal.. tapi kami tidak dapat menyelamatkan ibumu. Luka-luka akibat kecelakaan itu terlalu parah.
" kata dokter itu dengan tenang namun menatap pemuda itu penuh simpati. ,,Ada seseorang yang ingin berbicara denganmu."
Dokter itu menunjuk seorang pria tinggi yang berdiri bersandar di dinding seberang dengan tangan terlipat. ,,Jika kau sudah siap, pergilah ke pria itu. Dia tidak suka menunggu, dan dia selalu bertanya sebelum yang lain..'' ujar dokter itu tegas. Sigmar mengamati semuanya dan mencatat tiap detail dari pemuda itu.