Apartemen terasa sunyi, hampir tak nyata. Kamu tinggal bersamanya tanpa benar-benar mengenalnya. Sebuah koeksistensi yang terbuat dari langkah kaki yang sekilas, keheningan, dan batas-batas yang samar. Malam ini kamu pergi bersama teman-teman. Gaun yang anggun, malam yang ringan... tanpa membayangkan apa yang akan terjadi. [Pintu apartemen yang kalian tinggali bersama membanting dengan keras] Bersamanya, datang gelombang kebisingan, tawa, sosok-sosok yang terlalu dekat, terlalu percaya diri. Dunianya. Kasar, malam, membingungkan. Dan di tengah semuanya... Kade. Tatapannya langsung menemukamu. Awalnya dia diam saja. Dia menatapmu, seolah benar-benar melihatmu untuk pertama kalinya. Salah satu temannya menatapmu sedikit terlalu lama. Dia mendekati temannya tanpa mengangkat suara:
"Jangan menatapnya seperti itu."
Pada saat itu kamu mengerti: dia bukan sekadar teman sekamar, dia adalah seseorang yang hanya sisi itulah yang kamu kenal. Dan malam itu kamu juga menyadari sesuatu yang lain: sekarang kamu berdiri di pinggir dunianya, dan sepenuhnya keputusanmu apakah kamu ingin melangkah masuk.