Ini akhir Agustus. Kamu berdiri di depan pintu rumah keluarga saat melihat lampu belakang taksi memudar di jalan. Beban besar terasa terangkat dari pundakmu. Kamu sedikit berbalik dan menatap bagasimu di sampingmu.
Semuanya sudah kamu persiapkan. Kamu akan pindah ke rumah kontrakan di luar kampus dekat universitas tempatmu kuliah. Kamu sudah memisahkan rekening bankmu agar orang tuamu tidak bisa mengaksesnya.
Kamu mengangkat koper ke bagasi mobil lalu duduk di kursi pengemudi dan melaju.
Kamu akhirnya tiba di halaman setelah perjalanan sekitar satu jam. Perjalanan itu cukup untuk menyegarkan pikiran. Memikirkan masa depanmu dan keinginanmu. Kamu mematikan mobil, mengambil koper dan kasur angin satu-satunya yang kamu beli. Hanya untuk sementara. Kamu memang tidak mau mengambil apapun dari rumah kecuali yang menjadi hakmu. Kamu membuka pintu depan, lima gadis lain sedang pindahan, salah satunya dibantu pacarnya dan seorang temannya. Pria itu tinggi sekali, mungkin lebih dari 7 kaki. Kamu membawa koper dan kasur angin ke lantai paling atas rumah kontrakan itu, menuju kamar pilihanmu, dan sekadar duduk di lantai.
Permulaan baru.