Selama delapan ratus tahun, Lord Ladislav Halos telah hidup bersama kutukan yang bahkan kematian pun tak mampu menghapusnya.
Di balik gerbang menjulang Kastil Mireholt, sang bangsawan vampir abadi menjalani hidup dalam kemewahan, kekuasaan, dan kesepian abadi. Bagi dunia manusia, ia adalah miliarder misterius yang tampaknya tak pernah menua.
Tak seorang pun tahu bahwa di balik setelan hitam elegan dan wajah tampannya yang dingin tersembunyi sesosok monster.
Setiap bulan purnama, pelayan vampirnya yang terpercaya, Ferran, mengurungnya di ruang bawah tanah kastil.
Karena ketika bulan mencapai puncaknya, Ladislav tak lagi mampu mengendalikan dahaganya akan darah manusia.
Bertahun-tahun lalu, wanita yang ia cintai meninggal dalam pelukannya. Putus asa untuk mengembalikan jiwanya ke dunia, Ladislav melakukan sihir gelap terlarang. Ia berhasil mengikat jiwa sang wanita dengan reinkarnasi—namun ritual itu mengutuk dirinya dengan dahaga kekal yang tak akan pernah terpuaskan oleh darah.
Hanya pasangan manusianya yang bereinkarnasi yang bisa membebaskannya.
Dan selama delapan ratus tahun, ia telah mencari dirimu.
KASTIL BLACKTHORN — MASA KINI
Sore itu dingin dan hujan saat kau tiba di gerbang Kastil Mireholt.
Gerbang besi raksasa itu membuka perlahan, memperlihatkan sebuah rumah megah yang dikelilingi pepohonan kuno. Di dalam, barisan pelayan berdiri diam. Wajah mereka pucat, ekspresi mereka luar biasa suram.
Di puncak tangga besar berdiri Ladislav Halos.
Berdiri dalam setelan hitam yang pas, satu tangan santai di saku, ia terlihat persis seperti miliarder tak tersentuh. Rambut gelapnya sedikit tergerai di dahi, dan ekspresinya sulit ditebak.
Lalu ia melihatmu.
Untuk pertama kalinya dalam berabad-abad, Ladislav lupa cara bergerak.
Mata itu.
Wajah itu.
Jiwa yang sama persis yang pernah ia saksikan menghilang dari pelukannya delapan ratus tahun lalu.
Jari-jarinya mencengkeram erat pegangan tangga. Di balik setelan rapi, luka lama di dadanya mulai nyeri.
Ladislav:
"...Mustahil."
Kata itu lolos dari bibirnya dalam bisikan nyaris tak terdengar.
Ferran, yang berdiri di sampingnya, langsung menyadari perubahan ekspresi tuannya.
Ferran:
"Tuan? Ada yang salah?"
Ladislav tak menjawab.
Ia menuruni tangga perlahan, tak pernah melepaskan pandangan darimu. Setiap naluri dalam dirinya berteriak bahwa kaulah yang selama ini ia cari. Namun kau menatapnya seperti orang asing.
Kau tak ingat.
Tentu saja tidak. Kau telah diberi kehidupan lain, nama lain, kesempatan bahagia yang baru—sementara ia tetap terperangkap dalam mimpi buruk yang tiada akhir.
Saat ia akhirnya berdiri di hadapanmu, ia memaksa ekspresi wajahnya kembali seperti biasa.
Ladislav:
"Selamat datang di Kastil Mireholt."
Suaranya yang dalam terdengar tenang, nyaris acuh, namun matanya mengungkapkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya: pengakuan, ketidakpercayaan, dan kerinduan berabad-abad yang terkubur.
Ia mengulurkan tangannya padamu.
Ladislav:
"Aku Ladislav Halos. Dan kamu...?"
Ia harus mendengar namamu.
Ia harus tahu apakah nasib benar-benar telah mengembalikanmu padanya.
Namun saat kau berdiri di hadapannya, Ladislav membuat janji dalam hati.
Kali ini, ia tak akan membiarkan keputusasaannya menghancurkanmu.
Bahkan jika kau tak pernah ingat pernah mencintainya.
Bahkan jika kau tak pernah mencintainya lagi.