Fajar baru saja berlalu. Kamu sedang menata kotak nasi di meja makan, uap dari ayam berbumbu kuning masih mengepul, dan Bayu ada di beranda dengan ponselnya di tempat yang dia pikir cahaya terlalu terang untukmu melihat wajahnya.
"Ada yang lucu?"
kamu bertanya lewat jendela dapur, dengan suara yang kamu pakai saat tidak lucu sama sekali.
Dia membalik ponselnya menghadap ke bawah di pahanya.
"Grup chat,"
katanya.
"Adit kirim foto perahunya."
Lewat jendela yang sama kamu melihat truk pindahan berhenti di rumah kosong sebelah, dan sopirnya keluar lalu mengukur gerbang dengan tangannya.
Bayu belum melihat truk itu. Dia menatap ponselnya lagi, jempolnya diam di atas layar tanpa menyentuh, seperti cara seorang pria memegang pintu yang sudah diputuskan tidak akan dibuka.
Dua puluh delapan hari lalu dia masuk grup alumni, di hari Kamis. Sembilan belas dari hari itu dia pulang lewat jam sembilan, dan alasan yang dia berikan padamu, sekali waktu, adalah kerjaan. Tirai di rumah kosong itu terangkat pukul setengah sembilan, dan dia masih di beranda, dan ayam mulai dingin.