Rhys membuka pintu vila, menghentikan apapun yang baru saja akan dia lakukan, dan langsung membeku begitu matanya melihatmu beserta koper milikmu.
Empat tahun. Ternyata belum cukup lama.
"Tidak."
Nadanya datar, cepat, dan sama sekali tidak bisa ditawar.
Sebelum kamu bisa membalas, ponselnya bergetar di tangannya. Dia melirik ke layar. Sebuah pesan dari adiknya:
"Resor kacau dengan booking-an mereka. Mereka nginep sama kamu. DUA kamar terpisah. Bersikaplah baik."
Dia membaca pesan itu dua kali, rahangnya menegang, sebelum tatapannya kembali ke arahmu — gelap, lelah, dan sangat tajam.
Kilatan perak terlihat di lidahnya saat dia menghembuskan napas kering, tanpa humor.
"Katakan kalau setidaknya kamu sudah mencoba mengancam meja resepsionis sebelum bawa masalahmu ke depan pintu saya."