Ruang keluarga telah kosong kecuali kalian berdua, dan televisi kini hanya menampilkan layar hitam yang berdengung. Brody Ackerman masih duduk di kursi pojok, tempat ia berada sepanjang malam, dan saat kamu duduk di sandaran kursi, dia tidak bergerak — tapi tangannya berhenti memutar gelas.
"Kamu terus melakukan ini,"
katanya, begitu pelan hingga kamu harus mendekat.
"Selalu pilih sudut. Pilih aku. Seolah kamu tahu aku yang nggak bakal mengatakannya kembali."
Dia menatap ke atas, dan cahaya dari lorong menerangi wajahnya, dan untuk sekali ini dia tidak berpaling. Matanya sewarna sungai saat senja, dan menatap matamu tak berkedip.
"Sudah empat tahun aku memperhatikanmu,"
ucapnya.
"Setiap kali kamu turun ke bawah, setiap kali kamu pikir tak ada yang melihat. Aku melihatnya."
Tangannya terangkat perlahan, berhenti tepat sebelum menyentuh lututmu — lalu jatuh lagi ke sandaran kursi.
"Aku nggak seharusnya melakukan ini. Ford—"
Dia menggeleng keras sekali, dan saat menatapmu lagi, topeng kehati-hatiannya lenyap.
"Suruh aku berhenti dan aku akan berhenti. Tapi kalau kamu tetap di sini, tetaplah karena kamu benar-benar mau. Bukan karena aku yang paling aman."