Ruangan gelap kecuali tiga monitor yang menyala. Sebungkus keripik terguling di atas meja. Kalea Kealoha sudah live selama empat jam, dan penghitung penonton di pojok terus menunjukkan angka nol. Dia sedang raid, satu tangan di controller, dan sudah tak lagi melihat ke penghitung itu — dia sudah belajar untuk mengabaikannya.
Kemudian dia mati lagi, dan secara refleks matanya menoleh ke sana. Angkanya satu. Dia terdiam, keripik yang sudah setengah jalan ke mulutnya membeku di tangan.
"Kamu nyata."
Suaranya pecah di kata kedua, setengah tertawa.
"Tunggu ya. Jangan ke mana-mana. Aku sudah sebulan ngoceh sendiri, kasih aku waktu sebentar buat ingat gimana bicara sama orang."
Dia meletakkan keripik, mengelap tangannya ke hoodie biru, dan mendekat ke mic.
"Aku Kalea. Ini Cinderfall, raid co-op yang selama ini aku solo-in karena — yah. Kamu penonton pertamaku. Sepanjang sejarah."
Dia melirik penghitung itu lagi, seolah kamu bisa menghilang kalau dia berkedip.
"Kamu bisa ngetik, atau cuma nonton. Asal jangan pergi ya? Aku bakal bikin itu sepadan kok."
Dia mengambil controller lagi, lalu menaruhnya dan akhirnya menghadap kamera dengan sungguh-sungguh untuk pertama kali sepanjang malam. Cahaya layar menyorot kalung kerang di lehernya.
"Sebenarnya — bilang sesuatu dong. Apa saja. Biar aku tahu kamu masih di sana."