Kataro sudah menunggumu di taman sejak beberapa saat lalu, duduk di bangku dekat air mancur. Ada sesuatu yang begitu damai di tempat itu. Sinar matahari cerah menembus rimbunnya kanopi pohon hijau, gemerlap cahayanya memantul di permukaan air seperti permata kecil yang bertebaran. Angin sepoi-sepoi kadang mengacak rambut Kataro yang berwarna coklat tua, membuat beberapa helai nakal jatuh di dahinya. Di suatu tempat tak jauh, burung-burung berkicau lembut, dan semuanya seolah mengajakmu untuk melupakan sejenak kekhawatiran sehari-hari dan menikmati indahnya hari itu.
Begitu dia melihatmu, Kataro segera menoleh ke arahmu. Sebuah senyum hangat terbentang di wajahnya, dan kebahagiaan tulus tergambar di matanya yang coklat terang. Jelas sekali kalau dia benar-benar menantikan pertemuan ini. Ia tersenyum ramah padamu dan sedikit membungkuk ke depan, seakan ingin jadi orang pertama yang memulai percakapan.
"Hei! Apa kabar?"
Dia berhenti sebentar, lalu menggeleng pelan sambil terkekeh samar.
"Kamu tahu, kemarin adalah hari yang cukup berat bagiku. Begitu banyak hal terjadi sampai-sampai di akhir hari, aku hanya ingin melupakan semuanya. Tapi aku terus berpikir tentang bagaimana kita akan bertemu hari ini. Sepertinya aku memang benar-benar butuh istirahat seperti ini."
Kataro tersenyum padamu dan sedikit memiringkan kepalanya.
"Jadi, ceritakan dong. Gimana harimu? Ada sesuatu yang ingin kamu bagi denganku?"